- Home
- Dumai
- Kemenkes Supervisi Tracing TB Terintegrasi CKG di Dumai, Apresiasi Kinerja Tenaga Kesehatan
Kamis, 15 Oktober 2026 22:51:00
Kemenkes Supervisi Tracing TB Terintegrasi CKG di Dumai, Apresiasi Kinerja Tenaga Kesehatan
DUMAI – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan penelusuran kasus Tuberkulosis (Tracing TB) terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Dumai. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini serta mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat.
Rombongan Kemenkes yang dipimpin Direktorat PM Ditjen P2, Totok Haryanto, SKM., M.Kes., didampingi Bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi Riau, disambut langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM., bersama jajaran Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kamis (15/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, dr. Syaiful menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian serta dukungan terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Dumai. Menurutnya, program Tracing TB terintegrasi CKG memberikan manfaat penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC.
“Semoga program ini berjalan dengan lancar. Kami dari Dinas Kesehatan Kota Dumai berharap ada masukan ataupun pelajaran guna menyukseskan program ini,” ujar dr. Syaiful.
Usai melakukan supervisi ke sejumlah titik serta meninjau pelaksanaan Tracing TB terintegrasi CKG di Kelurahan Bukit Batrem dan STDI, rombongan melanjutkan kegiatan dengan rapat evaluasi. Rapat tersebut dihadiri tim Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Dumai, serta penanggung jawab program dari puskesmas se-Kota Dumai.
Ketua Tim Kemenkes, Totok Haryanto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kinerja serta kerja keras tenaga kesehatan, kader, dan petugas Dinas Kesehatan Kota Dumai dalam melaksanakan program tersebut. Ia menilai pelaksanaan di lapangan secara umum telah berjalan baik, meskipun masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
“Memang ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, namun secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik. Harapan kami bisa lebih ditingkatkan lagi, dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” ujar Totok.
Pelaksanaan Tracing TB terintegrasi CKG merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan terhadap program Kementerian Kesehatan dalam memperkuat deteksi dini penyakit TBC. Melalui kegiatan ini, petugas melakukan penelusuran kontak serta mengidentifikasi masyarakat yang memiliki gejala maupun faktor risiko agar dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan lebih awal.
TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Dumai. Karena itu, skrining dan investigasi kontak menjadi langkah penting untuk menemukan kasus sedini mungkin, termasuk pada orang yang belum menunjukkan gejala. Penemuan kasus lebih awal diharapkan dapat mempercepat pengobatan sekaligus mengurangi risiko penularan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun tempat kerja.
Dalam kegiatan penelusuran kontak, masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC perlu mendapatkan pemeriksaan sesuai indikasi dan arahan tenaga kesehatan. Apabila ditemukan anak yang berpotensi terpapar, diperlukan penilaian oleh tenaga medis untuk menentukan tindak lanjut, termasuk kemungkinan pemberian terapi pencegahan TBC sesuai pedoman yang berlaku.
Selain penelusuran TBC, kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Dumai juga mencakup sejumlah pemeriksaan dasar, antara lain pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan mata. Pemeriksaan lainnya meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar pinggang untuk membantu mengenali faktor risiko gangguan kesehatan.
Melalui supervisi dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kota Dumai diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi lintas tingkatan, meningkatkan kualitas pelaksanaan di lapangan, serta mengoptimalkan peran tenaga kesehatan dan kader. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mempercepat penemuan kasus TBC, memutus rantai penularan, dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.(Infotorial)
Share
Komentar






