• Home
  • Dumai
  • Program Pembinaan dan Mitigasi Bencana Karhutla Pertamina Dorong Masyarakat Raup Rupiah
Jumat, 15 Oktober 2021 21:20:00

Program Pembinaan dan Mitigasi Bencana Karhutla Pertamina Dorong Masyarakat Raup Rupiah

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita saat mengunjungi Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

Perubahan iklim di Provinsi Riau selalu menjadi momok yang menakutkan setiap tahunnya. Bagaimana tidak, peristiwa kebakaran hutan dan lahan terus berulangkali terjadi, hal itu dipicu oleh luas daratan yang sebahagian besar diliputi tanah gambut dimana kondisinya ketika musim panas berkepanjangan sangat rentan akan terbakar.

KOTA DUMAI adalah salah satu wilayah di Provinsi Riau yang sangat rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan, dimana luas daratannya di dominasi oleh daratan gambut. Kebakaran lahan gambut di Riau tercatat sebagai kasus tertinggi nomor dua setalah Kalimantan Tengah seluas 75.951 hektar pada tahun 2019. Dari sumber BPBD mencatat kejadian bencana alam di Provinsi Riau untuk kasus karlahut tertinggi justru berada di Kota Dumai yakni sebanyak 15 kasus.

Beberapa waktu lalu isu kebakaran hutan dan lahan juga sempat menjadi tranding di Dunia karena perubahan iklim yang cukup ekstrim pada saat itu, Provinsi Riau menjadi sorotan baik di kancah lokal maupun internasional. Pada tahun 2019 Provinsi di kawasan Sumatera bagian timur ini disebut turut menyumbang 90.233 hektar luas kebakaran hutan dan lahan, dimana 53.034 hektar lahan yang terbakar diantaranya merupakan lahan gambut.

Penyebab bencana tersebut diyakini pemicunya adalah aktivitas manusia dan korporasi yang kurang memperhatikan lingkungan.

Acap kali karhutla selalu membumi hanguskan lahan pertaniah warga sekitar, akibatnya para petani selalu merugi akibat gagal panen. Meski demikian, para petani yang memanfaatkan lahan gambut 'tidur' tetap tidak pernah lelah kembali bercocok tanam dikarenakan tidak adanya lahan yang bisa dimanfaatkan.

Untuk mensiasati gagal panen, para petani melakukan penanaman dengan perkiraan panen sebelum masuknya musim panas (kemarau) yang panjang, sehingga dapat terhindar dari kemungkinan terjadinya karhutla.

Seperti yang dilakukan kelompok tani Paman Jaya Mandiri, yang berada di Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Demi menghidupi keluarga mereka mamanfaatkan lahan gambut yang tidak diurus sebagai lahan untuk bercocok tanam.

Poktan yang digagas oleh Zamzam RT 12, Kelurahan Tanjung Palas ini sejak awal berdirinya telah beberapa kali gagal panen disebabkan perubahan iklim yang luar biasa hingga menyebabkan lahan yang mereka garap terbakar. Kendati demikian usai bencana karhutla berlalu mereka kembali memulai bertani meski harus merugi.

Kondisi buruk itu ternyata tidak akan berlangsung selamanya, sejak hadir program pembinaan dan pemberdayaan dari Pertamina RU II Dumai yang kini menjadi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyentuh kelompok tani ini, mereka tidak lagi merasakan kekecewaan gagal panen bahkan hasil yang diterima jauh berlipat dari sebelumnya.

Berkah dari pembinaan melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) PT KPI Dumai kepada Kelompok Paman Jaya menjadikan R Zamzam Cs kini dapat diproduksi dua hingga tiga kali lipat keuntungan dari hasil tanaman sayur dan tanaman umbi-umbian lainnya.

Kehadiran program pembinaan PT KPI Dumai ditengah masyarakat khususnya kelompok tani dirasakan sangat-sangat begitu berarti, dimana bantuan yang disalurkan tidak saja berupa materi melainkan ilmu dan terobosan baru agar para petani mendapatkan hasil maksimal serta bisa bertahan baik di masa musim hujan maupun panas.

Pihak Pertamina menerangkan, pembinaan yang diberikan berupa berbagai program serta pelatihan teknik budidaya pertanian untuk bisa bertahan terhadap cuaca panas dan musim kekeringan yang diliputi mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Ditambah bantuan peralatan pertanian dan infrastruktur di kawasan pertanian menjadikan poktan Paman Jaya Mandiri kini lebih modern.

General Manager Pertamina RU II Dumai, Didik bahagia berharap dengan kehadiran pembinaan dan pemberdayaan CSR dari Pertamina ini menjadikan RT 12 Kelurahan Tanjung Palas merupakan kampung destinasi agrowisata di Kota Dumai.

"Tujuan pembinaan terhadap petani di lahan gambut merupakan terobosan dalam pemanfaatan lahan guna meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan, untuk itu butuh dukungan kepada para petani yang berhasil memanfaatkan lahan gambut menjadi bernilai ekonomis bahkan bisa membantu untuk menghidupi keluarga," jelasnya.

Mendukung program Nasional untuk restorasi gambut di Riau disambut Pertamina melalui pemberdayaan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hal itu diwujudkan dalam program mitigasi gambut berbasis masyarakat peduli api guna mengimplementasikan SDGs ke-13 untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Hal serupa juga dirasakan Koperasi dan Kelompok Tani Tunas Makmur, Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Bersama masyarakat pihak Pertamina berhasil memberdayakan lahan gambut yang merupakan langganan karhutla menjadi perkebunan nenas terintegrasi dan berkembang. Kolaborasi Pertamina Unit Sei Pakning ini melahirkan pemanfaatan lahan bekas gambut yang sudah terbakar jadi kawasan pertanian.

"Dulu lahan disini tidak terawat, dipenui semak belukar dan setiap tahun menjadi langganan kebakaran. Karhutla tidak terjadi satu hari saja bisa berhari-hari. Akibatnya mengganggu aktivitas dan perekonomian warga," ungkap Samsul mengisahkan masa lalu.

Penggerak Kelompok Tani Tunas Makmur ini menuturkan, berkat pemberdayaan dari Pertamina mereka berhasil menyulap puluhan hektar lahan gambut menjadi kawasan pertanian nenas yang dikelola oleh beberapa kelompok masyarakat.

"Keberhasilan ini berkat sinergi antara Pemerintah, Masyarakat dan Pertamina yang turut andil dalam pengembangan pertanian nenas. Dimana saat ini bisa dilihat hasilnya sejauh mata memandang lahan yang dulunya semak belukar menjadi hijau oleh tanaman yang bernilai ekonomi," jelasnya.

Sejak 2017 Pertamina hadir membantu masyarakat dalam pemanfaatan lahan gambut. Dimana masyarakat dapat bertani dan memanfaatkan lahan tanpa harus membakar, dari yang awalnya hanya setengah hektare kini Samsul dan masyarakat lainnya sudah berhasil menggarap 30 hektar lahan menjadi kawasan pertanian nenas terintegrasi.

Hasil pertanian nenas juga dikolaborasikan dan di olah menjadi jajanan serta makanan cemilan dan oleh-oleh khas tanah melayu.

Tidak hanya itu, Poktan Tunas Makmur juga mengolah hutan gambut melalui arboretum gambut marsawa yang terintegrasi serta memanfaatkan lahan hijau tersebut untuk menanam berbagai tanaman konsumtif guna mensosialisasikan ketahanan pangan.

Dari situ juga Samsul dan kawan-kawan berhasil memproduksi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk lahan hijau guna menjaga kelestarian hutan gambut agar tidak kering disaat musim panas.

Kesuksesan warga Sungai Pakning dalam menjaga ketahanan pangan pangan nasional serta mengatasi dampak kebakaran yang diikuti dengan upaya peningkatan ekonomi ini mendapat apresisasi dari VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita saat mengunjungi Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

“Kami melihat lahirnya program ini bermula dari aspirasi masyarakat yang ditangkap oleh Kilang Pertamina Unit Produksi Sei Pakning, yang terus melakukan upaya pendampingan secara berkesinambungan dengan berbagai program. Bahkan pengembangan lahan gambut direplikasi ke wilayah terdekat serta dikembangkan dengan tanaman lain seperti serai. Ini menunjukkan kehadiran Pertamina saling bersinergi dengan masyarakat dalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Arya.

Sementara itu Area Manager Communication , Relations & CSR RU wilayah Dumai PT. Pertamina Kilang Internasional  Imam Rismanto sebelumnya mengatakan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi ini merupakan salah satu dari  Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang dirangkum dalam klaster Kampung Gambut Berdikari.

Dimana dalam klaster program Kampung Gambut Berdikari tersebut terdapat beberapa program lain, diantaranya Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat Peduli Api yakni kelompok masyarakat yang bertugas dalam pemadaman kebakaran lahan gambut, Sekolah Cinta Gambut yang merupakan program edukasi bagi generasi muda peduli terhadap lahan gambut. Dan  Arboretum Gambut adalah area konservasi dan eduwisata gambut dimana di dalamnya terdapat upaya pelestarian tanaman langka Kantong Semar.

"Program tersebut menjadi bukti perusahaan yang telah menjalin kerja sama sangat baik dengan masyarakat dan berbagai pihak dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab sosial masyarakat yang telah dirasakan manfaatnya baik dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan. Melalui Program Kawasan Pertamina Nanas Terintegrasi Pertamina mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak, serta melalui program Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat Peduli Api  telah mengimplementasikan SDGs ke-13 yakni menggalakkan aksi untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya”.***

Share
Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Patra Seroja Eco-Edupark: Surga Konservasi yang Edukatif dan Menginspirasi

    Sebagai kawasan hijau, hutan konservasi ini juga menawarkan berbagai fasilitas dan wahana edukasi, seperti, taman tumbuhan obat, kebun binatang mini, area outbond, pusat informasi
  • 5 bulan lalu

    Walikota Dumai Apresiasi MoU BUMD PT PDB dengan Kejaksaan

    Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat PT.PDB secara institusional, tetapi juga menjadi contoh nyata sinergi antara penegak hukum dan BUMD dalam menciptakan pemerintahan
  • 5 bulan lalu

    Buah Khidmat Sinergi Pengelolaan Zakat Efektif dan Berkelanjutan, Wako Dumai H Paisal Raih Anugerah BAZNAS Awards 2025

    Anugerah ini menjadi pengakuan atas komitmen dan dukungan kuat Pemerintah Kota Dumai terhadap pengelolaan zakat yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.
  • 6 bulan lalu

    Diskominfotik Dumai Sambut Hangat Kunjungan PkM Pascasarjana Unand

    Ali mengapresiasi inisiatif dan kepedulian Unand, khususnya Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur, untuk terus berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, termasuk melalui ko
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.
      zetaglobal.net, 891, RESELLER amxrtb.com, 105199731, RESELLER video.unrulymedia.com, 703273072, RESELLER appnexus.com,15941,RESELLER lijit.com, 349013, DIRECT, fafdf38b16bf6b2b onetag.com, 7cd9d7c7c13ff36, DIRECT improvedigital.com, 1944, RESELLER amxrtb.com, 105199704, DIRECT pubmatic.com, 161673, RESELLER, 5d62403b186f2ace pubmatic.com, 161674, RESELLER, 5d62403b186f2ace sonobi.com, 4dd284a06a, RESELLER, d1a215d9eb5aee9e video.unrulymedia.com, 926913262, RESELLER smartadserver.com, 4577, RESELLER, 060d053dcf45cbf3 33across.com, 0013300001hSPhhAAG, DIRECT, bbea06d9c4d2853c mobupps.com, c74d97b01eae257e44aa9d5bade97baf33148, RESELLER adasta.it, 176, RESELLER screencore.io, 292, DIRECT