Jumat, 01 Mei 2020 11:30:00
KETERKAITAN SOSIAL DISTANCE DAN UZLAH
NET.
globalriau.com - Wabah penyakit yang terkena positif virus corona terus meningkat setiap harinya. Dalam menghadapi wabah pandemi covid -19 yang sudah menggelobal dan menginfeksi hampir di seluruh Negara didunia termasuk Negara kita ini, pemerintah melakukan strategi kesehatan untuk selalu waspada dengan cara melakukan kegiatan social distance untuk mencegah atau memutus rantai penularan virus tersebut.
Social distance adalah setiap individu diminta untuk menjaga jarak antara satu orang dengan orang lainnya dan menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang banyak, diminta untuk mengisolasi diri dirumah ( mengkarantina diri ). Hal ini sebagai bentuk ikhtiar untuk menyelamatkan semaksimal mungkin manusia dari paparan virus tersebut. Namun himbauan ini bukan tanpa sandungan dan aneka resistensi. Alih-alih ikut mendukung seruan pemerintah yang juga ditunjang oleh medis, masih saja ada pihak-pihak yang antipasti atau bahkan menggugat seruan tersebut.
Namun tahukah kamu ?
Dalam khazanah islam, khususnya tasawuf, konsep social distance bukanlah hal yang baru. Momentum #dirumah aja semacam ini sungguh dapat kita temukan keteladanan Nabi Muhammad SAW, meskipun harus kita kontekstualisasikan wujudnya. Memang nabi Muhammad tidak pernah berjumpa covid -19 yang harus membuat-NYa #dirumah aja. Namun beliau juga pernah melakukan social distance kala ‘Uzlah di Gua Hira.
‘Uzlah secara bahasa adalah memisahkan atau menyingkirkan, yang berasal dari bahasa arab yaitu ‘azalah. Adapun Uzlah secara istilah adalah pengasingan diri untuk memusatkan perhatian untuk beribadah ( berzikir dan tafakur )hanya kepada Allah SWT.
Maka selayaknya, bagi seorang muslim social distance dimaknai sebagai momentum untuk melakukan ‘uzlah, mengisi ‘uzlah ini dengan kegiatan-kegiatan beribadah kepada Allah SWT yang dilakukan secara individu untuk memperdalam rasa kita kepada Allah SWT.
Karena sesungguhnya Allah Swt memiliki sifat Al-Ghayyur, Maha pencemburu, maka Allah Hadirkan Covid -19 ditengah-tengah kita saat ini, demi menyelamatkan ibadah kita dari kesia-siaan, agar kita beribadah dengan penuh keikhlasan hanya semata-mata karena-NYA, baik dalam kesendirian maupun ditengah keramaian. Juga sebagai teguran betapa terbuannya kita oleh dunia selama ini dan lalai terhadap akhirat yang merupakan sebenar-benarnya kehidupan.
Wallahu a’lam bisshowaf….
Penulis : Riska Rahmayani
Mahasiswi aktif Semester 4 Prodi S1 Manajemen
Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
Tantangan Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi COVID-19
STRATEGI KOTA PEKANBARU MENUJU METROPOLITAN
Sinergi Bersama Polres, Mitra Hingga Keluarga Pertamina Dumai Laksanakan Vaksinasi Dosis Ketiga






