• Home
  • Nasional
  • Suap APBD Riau Belum Ditetapkan Tersangka Baru
Kamis, 05 November 2015 23:23:00

Suap APBD Riau Belum Ditetapkan Tersangka Baru

JAKARTA- Meskipun pakta di persidangan dalam kasus suap pembahasan RAPBD-P 2014 dan RAPBD Riau tahun anggaran 2015 sudah berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pekanbaru dengan terdakwa Annas Kirjauhari sudah terang diungkapkan siapa saja yang terlibat. Tapi hingga kini KPK tak kunjung menerapkan tersangka baru.

Menanggapi hal tersebut, Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, pihaknya belum bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka baru, kalau belum cukup dua alat bukti yang sah.

"Penyidik KPK belum menetapkan ada tersangka baru karena belum cukup dua alat bukti yang sah, kalau alat bukti cukup tentu akan ditetapkan tersangka," kata Yuyuk di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/15).

Saat ditanya, dalam persidangan terdakwa Ahmad Kirjauhari terungkap beberapa pakta persidangan atas sejumlah nama yang berpotensi menjadi tersangka. Yuyuk, menyebutkan kalau hal itu pasti terjadi, tapi penyidik KPK pasti mempunyai bukti yang kuat untuk menetapkan nama-nama yang disebut menjadi tersangka.

"Sah-sah saja di persidangan terungkap pakta dan nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Tapi kan itu kewenangan penyidik untuk menetapkan nama-nama yang terlibat menjadi terdakwa," sebutnya.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini KPK baru menetapkan dua tersangka dalam kasus suap pembahasan RAPBD Riau tersebut. Dimana saat ini, Ahmad Kirjauhari sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Sementara itu, tersangka Gubri nonaktif Annas Maamun hingga saat ini statusnya masih belum jelas. Karena berkas perkaranya belum lengkap atau P21, padahal kasus tersebut sudah hampir satu tahun bergulir.(rtc)

Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    DPRD 'Main' Proyek Dipidana 20 Tahun

    Hadir dari KPK, Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan Unit Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK, Dwi Aprilia Linda dan Hery Nurudin selaku ketua Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegah
  • 3 tahun lalu

    Geledah Kantor DPMPTSP Dumai, KPK Bawa Sejumlah Dokumen

    Informasi dihimpun, penggeledahan oleh tujuh penyidik lembaga anti rasuah ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir 11.30 WIB dan diduga terkait perkara korupsi melibatkan W
  • 4 tahun lalu

    KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Wali Kota Dumai Sebagai Tersangka

    KPK pada 3 Mei 2019 telah menetapkan Zulkifli dalam dua perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi.
  • 4 tahun lalu

    Wali Kota Dumai Zulkifli AS Ditetapkan KPK Tersangka Atas Dua Perkara

    Dia menjelaskan, Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka atas dua perkara. Pertama, tersangka diduga memberikan uang total Rp550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait deng
  • Komentar
    Copyright © 2023 . All Rights Reserved.