Kamis, 01 Oktober 2026 22:56:00
Dinkes Dumai Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
DUMAI – Dinas Kesehatan Kota Dumai bersama Puskesmas Sungai Sembilan terus memperkuat upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Analisis Angka Kematian Ibu (AKI), Kematian Perinatal, dan Ibu Hamil Risiko Tinggi (RISTI) yang digelar di Aula Kantor Camat Sungai Sembilan, Rabu (1/10/2026).
Kegiatan ini menjadi forum evaluasi untuk mengidentifikasi faktor penyebab kematian ibu dan perinatal, menelaah pelaksanaan deteksi dini, serta memperkuat sistem rujukan bagi ibu hamil yang berisiko mengalami komplikasi. Melalui analisis tersebut, langkah pencegahan dan penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat, cepat, dan terkoordinasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Suryani, menyampaikan bahwa analisis kematian ibu dan perinatal merupakan langkah penting untuk memahami penyebab kejadian, baik dari aspek medis maupun nonmedis. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Pencegahan angka kematian ibu dan bayi merupakan pekerjaan lintas sektor yang membutuhkan konsistensi jangka panjang. Karena itu, koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan sangat penting agar setiap unit dapat menjalankan fungsinya secara maksimal,” ungkap Suryani.
Ia menjelaskan, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, kader kesehatan, pemerintah kelurahan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Edukasi kepada ibu hamil dan keluarga juga perlu diperkuat agar mereka memahami kondisi kehamilan, mengenali tanda bahaya, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika membutuhkan pertolongan medis. Posyandu, puskesmas, bidan kelurahan, dan kader kesehatan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi tersebut secara berkelanjutan.
“Posyandu, puskesmas, kader kesehatan, dan bidan harus memberikan pemahaman tentang kondisi ibu dan bayi, baik kepada ibu maupun keluarganya. Dengan begitu, semua pihak mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan keduanya,” kata Suryani.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sungai Sembilan, dr. Joni Miller, dalam paparannya menjelaskan bahwa FGD tersebut bertujuan memetakan kasus, mengevaluasi alur deteksi dan rujukan ibu hamil risiko tinggi, serta memperkuat peran kader dan bidan kelurahan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kami berharap melalui FGD ini, tim semakin solid dalam kegiatan penurunan AKI dan AKB. Tidak boleh ada lagi keterlambatan dalam tiga hal, yakni terlambat mengenali bahaya, terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk, dan terlambat mendapat pelayanan,” ujar dr. Joni Miller.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Sungai Sembilan, M. Dino Lubis, tersebut turut dihadiri lurah dan sekretaris lurah se-Kecamatan Sungai Sembilan, lintas program Puskesmas Sungai Sembilan, bidan kelurahan, serta perwakilan praktik mandiri dokter dan praktik mandiri bidan. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pentingnya kerja sama dalam membangun sistem pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang responsif.
Dalam FGD tersebut, sejumlah kesepakatan dirumuskan sebagai tindak lanjut. Di antaranya memperkuat pengelolaan data dan pemantauan intensif ibu hamil risiko tinggi oleh bidan kelurahan bersama kader kesehatan, serta mempercepat sistem rujukan terintegrasi antara praktik mandiri, puskesmas, dan rumah sakit.
Kesepakatan lainnya mencakup peningkatan edukasi kepada keluarga mengenai tanda bahaya kehamilan serta penguatan komitmen lurah dalam mendukung mobilisasi dan fasilitasi ibu hamil risiko tinggi di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan membantu memastikan ibu hamil yang membutuhkan pelayanan segera memperoleh akses pertolongan yang tepat.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut bersama lintas sektor. Melalui forum tersebut, Dinas Kesehatan Kota Dumai berharap koordinasi, pemantauan, deteksi dini, dan sistem rujukan semakin optimal sehingga risiko keterlambatan penanganan dapat ditekan dan keselamatan ibu serta bayi semakin terjamin.(Infotorial)
Share
Berita Terkait
Dinkes Dumai Gelar AMPSR Triwulan III, Evaluasi 11 Kasus Kematian Ibu dan Perinatal
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM, tersebut menjadi forum evaluasi bagi para pelaku pelayanan kesehatan untuk menelaah penyebab
Dinkes Dumai Perkuat Pelayanan Kesehatan Warga Binaan Rutan Kelas IIB
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan warga binaan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan selam
Kemenkes Supervisi Tracing TB Terintegrasi CKG di Dumai, Apresiasi Kinerja Tenaga Kesehatan
Rombongan Kemenkes yang dipimpin Direktorat PM Ditjen P2, Totok Haryanto, SKM., M.Kes., didampingi Bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi Riau, disambut langsung Kepala Dinas Kesehatan
Oplet Sipai Layani 3.348 Warga Dumai, Pemko Siapkan Pendaftaran Online
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM, melalui Kepala Bidang, dr. Eka WD, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pengembangan layanan berupa pendaftaran secara dari
Komentar






