• Home
  • Pekanbaru
  • Hari K3 Sedunia, Begini Ketatnya Aspek HSSE di PHR
Jumat, 28 April 2023 22:53:00

Hari K3 Sedunia, Begini Ketatnya Aspek HSSE di PHR

Dua pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tengah melakukan pemeriksaan di salah satu lapangan pengeboran (field) di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
PEKANBARU - Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja Internasional atau K3 Sedunia yang jatuh pada 28 April menjadi momentum untuk merefleksikan Kembali pentingnya saling peduli di lingkungan kerja. Penerapan K3 menjadi komitmen dan prioritas bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Lantas, seperti apa ketatnya aspek K3 di PHR?
 
Sebagai perusahaan upstream migas terkemuka di Indonesia, PHR menempatkan keselamatan kerja paling utama. Lebih dari itu, keselamatan kerja sudah menjadi budaya yang ditanamkan kepada setiap pekerja guna memastikan pekerja dapat pulang dan kembali kepada keluarga dengan selamat. 
 
Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto mengatakan, PHR tidak henti-hentinya mengingatkan para pekerja maupun mitra kerja pentingnya aspek Kesehatan, keselamatan dan keamanan dalam bekerja (HSSE). Pekerja ditekankan untuk selalu disiplin dalam menerapkan prinsip Golden Rules: Patuh, Intervensi dan Peduli.
 
“Patuhi segala aturan dan lakukan intervensi apabila melihat situasi tidak aman di lingkungan kerja,”  kata Rudi, Jumat (28/4).
 
Menurut Rudi, kepedulian terhadap sesama rekan kerja menjadi bagian penting dalam aspek HSSE. Setiap pekerja harus saling peduli demi keselamatan bersama.
 
Keselamatan (safety) tambah Rudi, bukan sekedar bagaimana mematuhi peraturan dan prosedur di tempat kerja, lebih penting dari itu, safety adalah bagaimana mengkomunikasikan kepedulian terhadap sesama pekerja. 
 
“Setiap pekerja harus peduli pada diri sendiri dan peduli kepada rekan kerja demi keselamatan bersama,” ujarnya. 
 
Di PHR lanjut Rudi, setiap pekerja memiliki wewenang dan tanggung jawab menghentikan pekerjaan atau Stop Work Authority (SWA) bila ada pekerjaan yang tidak mematuhi prinsip operasi atau menghadapi situasi yang tidak aman. Pekerja tidak perlu khawatir, karena menghentikan pekerjaan sudah menjadi komitmen dari perusahaan demi keamanan dan keselamatan bersama. 
 
Sebagaimana alur melakukan SWA, setiap pekerja terlebih dulu harus mengamati tindakan kondisi yang tidak aman, lalu hentikan pekerjaan dengan melapor kepada pimpinan. Tidak ada sanksi, namun sebaliknya perusahaan akan mengapresiasi pekerja yang menerapkan SWA. 
 
“Tidak akan ada konsekuensi negatif terhadap pekerja yang melakukan SWA. Menghentikan pekerjaan bukan untuk menghambat pekerjaan, tapi peduli dengan keselamatan,” ujarnya. 
 
Rudi menegaskan, PHR terus melakukan pengawasan dan pengecekan kembali tingkat kesehatan para pekerja (medical check-up). Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin guna mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas kesehatan saat bekerja.
 
“Kami lakukan check-up ulang pekerja. Apabila tidak sehat, mereka langsung diminta untuk istirahat,” katanya.
 
Penerapan kebijakan Corporate Life Saving Rules (CLSR) terus ditingkatkan sebagai upaya pengendalian risiko terjadinya insiden.  
 
Kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja turut menjadi kewajiban bagi perusahaan mitra kerja (vendor) yang ingin bermitra dengan PHR. Sejak awal, PHR mewajibkan perusahaan vendor yang ingin bermitra harus memperkuat aspek HSSE  sebelum mengikuti proses lelang (tender).
 
Vendor yang ingin bermitra dengan PHR wajib melengkapi dokumen keselamatan dan keamanan kerja sebagai persyaratan mengikuti tender dalam sistem manajemen keselamatan atau Contractor Safety Manajemen System (CSMS). Hal ini menjadi penting guna memastikan perusahaan memenuhi standar keamanan dan keselamatan.
 
“CSMS sekaligus menjadi standarisasi yang harus dipenuhi mitra kerja untuk mengikuti tender. Perusahaan mitra kerja harus mengisi persyaratan-persayaratan safety di dalam CSMS,” jelas Rudi. 
 
Menurut Rudi, sistem manajemen keselamatan juga menjadi perhatian utama pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM dan SKK Migas sebagai penguatan standar keselamatan dan keamanan kerja. CSMS menjadi penting guna memastikan perusahaan mitra kerja telah memenuhi standar keamanan dan keselamatan. Dalam hal ini, mitra kerja hendaknya turut memastikan pekerja dapat pulang dan kembali ke rumah dengan selamat. 
 
“Manfaatnya untuk kebaikan bersama, yakni meningkatkan keefektifan sistem HSSE dan dokumentasinya serta mengurangi angka kecelakaan kerja,” ujarnya.
 
Seperti diketahui, Setiap tanggal 28 April diperingati oleh masyarakat dunia sebagai Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja Internasional. Hal ini bertujuan dalam upaya mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melaksanakan K3.
 
Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja Internasional pertama kali diperingati pada 28 April tahun 2003 yang digagas oleh International Labour Organization (ILO), hal ini bertujuan untuk mengutamakan pencegahan kecelakaan dan penyakit di tempat kerja.
 
TENTANG PHR WK ROKAN
 
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. 
 
Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
 
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. 
 
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.**
Share
Berita Terkait
  • kemarin

    Jalan Sungai Rawa Terus Makan Korban, Tokoh Masyarakat Desak PT Ekasapta Paramita Energi Bertanggung Jawab

    Pernyataan tersebut menjadi harapan baru bagi warga. Namun, pengalaman selama ini mengajarkan bahwa janji tanpa tindakan hanya akan menjadi daftar panjang komitmen yang terlupakan.
  • kemarin

    Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Berhasil Kumpulkan 600 Kantong Darah dari 2 Area Operasi

    Secara keseluruhan, kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan VCT berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai rencana. Sebelum dilakukan donor, seluruh peserta yang telah mendaftar juga di
  • 2 hari lalu

    Apical Perkuat Komitmen Bangun Masyarakat Berkelanjutan Lewat Program Ekonomi, Pendidikan, dan Lingkungan

    Komitmen di bidang pendidikan turut diwujudkan melalui penyaluran ratusan buku bacaan kepada SD Negeri 05 Kelurahan Lubuk Gaung pada April 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu m
  • 2 hari lalu

    Rutan Dumai Tanamkan Disiplin Sejak Hari Pertama, Warga Binaan Baru Diajak Jaga Kebersihan dan Ikuti Pembinaan

    Usai menerima pengarahan, seluruh warga binaan baru bersama petugas melaksanakan gotong royong membersihkan blok hunian dan lingkungan sekitar Rutan Dumai. Kegiatan ini menjadi wuj
  • Komentar
    Copyright © 2026 . All Rights Reserved.